Berpikir, Berbagi & Berarti Merangkai Makna Hidup

Menyukai ini:

Uraian Ayat 1 Surat Al Fatihah Berdasarkan Referensi yang Digunakan pada Buku Pitulungan

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Dengan mengetahui arti, terjemahan, dan tafsir dari Bismillaahir-rahmaanir-rahiim berdasarkan referensi yang sudah disampaikan pada pembahanan 1, pembahasan 2 dan pembehasan 3 , mari mengurai bersama sehingga dapat mempelajari beberapa hal dari penjabaran tersebut. Diantaranya adalah:

  1. Membiasakan diri untuk selalu mengikutsertakan nama Allah dengan sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim dalam mengawali sesuatu.
  2. Membangun kesadaran bahwa selalu ada kehadiran Allah dengan sifat utama Ar Rahmaan dan Ar Rahiim pada setiap aktivitas.
  3. Dengan adanya pembacaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim pada awal aktivitas, dapat membangun kesadaran hati bahwa niat dan tujuan pada setiap gerak dan arah adalah Allah.
  4. Dengan adanya perintah untuk mengawali setiap aktivitas dengan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, dapat menyadarkan bahwa betapa besar rahmat Allah.
  5. Bacaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim yang diterapkan dalam kesadaran terdalam pada setiap gerak dan arah dapat mengantarkan sifat kerendahan hati, sebab membawa pada kesadaran bahwa tiada daya dan upaya selain atas kehendak-Nya.

Sehingga dengan adanya kelima pelajaran tersebut, Bismillaahir-rahmaanir-rahiim mengandung visi hidup manusia. Visi hidup manusia adalah kembali pada Allah dengan mendapat rahmat dan rida-Nya. Selalu ingat bahwa Allah SWT mengenalkan diri-NYa dengan sifat-Nya yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bukankah seharusnya manusia dapat meneladani pengenalan diri-Nya tersebut? Bukankah manusia dapat menerapkan dalam menjalani kehidupan di dunia? Tentunya, dalam menjalani kehidupan di dunia ini, manusia dapat mengedepankan/mengutamakan sifat pemurah dan penyayang. Apabila masih ada keraguan dari kelima pelajaran yang telah diuraikan, mari bersama memperhatikan dan belajar pada Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW teladan bagi manusia. 


Kelima pelajaran yang sudah diuraikan adalah mempelajari sifat Allah, demikian juga Nabi Muhammad SAW, Rasulullah bagi umat akhir zaman. Rasulullah meneladani asma’ul husna beserta sifat-sifat Allah. Bukankah seharusnya demikian juga manusia sebagai umat akhir zaman? Manusia seharusnya dapat mencontoh Rasulullah SAW dalam meneladani asma’ul husna beserta sifat-sifat Allah. Sehingga adanya Bismillaahir-rahmaanir-rahiim dapat mengantarkan manusia untuk bisa meneladani nama Allah yang mempunyai sifat utama yaitu Ar Rahman dan Ar Rahiim. 


Semakin jelas bahwa Bismillaahir-rahmaanir-rahiim mengandung visi hidup manusia. Visi hidup manusia adalah kembali pada Allah dengan mendapat rahmat dan rida Allah. Selalu ingat bahwa Allah SWT mengenalkan diri-NYa dengan sifat utama-Nya yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Wallahu'alam

Tinggalkan Balasan

Menyukai ini: