Do you see yourself as a leader?
Yes, i do. I see myself as a leader for myself . Because....
"Setiap orang berproses dengan cara masing-masing sebagai makhluk individu ataupun makhluk sosial ."
"Manusia sebagai makhluk individu perlu untuk dapat memimpin dirinya sendiri. Sehingga ketika berada dalam komunitas terkecil sekali, dapat bekerjasama dengan baik sekaligus dapat menempatkan diri sesuai porsinya."
Step by step, ketika gagal berusaha bangkit dengan kemantapan hati dalam do'a
Keberadaan manusia di dunia mempunyai fase kehidupan yang sama, yaitu datang ke dunia (proses kelahiran), menjalani hidup, kembali kepada-Nya (proses kematian). Manusia mempunyai fungsi ganda, sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam menjalankan fungsi ganda tersebut, ada kelebihan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya, yaitu : aqal, qolb dan raga. Dengan aqal, qolb dan raga tersebut, manusia dapat menimbang, menetapkan dan memilih arah dalam menjalani kehidupan. Di sinilah pentingnya manusia dapat mengenali diri sendiri agar manusia dapat menggunakan aqal, qolbu dan raga dalam setiap langkah perjalanan sesuai dengan panduan hidup yang tertulis pada kitab suci. Ketika mampu menggunakan aqal, qalb dan raga sesuai dengan panduan hidup yang tertulis pada kitab suci, manusia dalam prosesnya dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri.
Hal ini lah yang harus diperjuangkan, dalam usaha dan do'a. Belajar sepanjang hayat sehingga menjadi manusia yang dapat menjalankan fungsi ganda, sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri yang membawa pada jalan keselamatan di dunia sekaligus di Akhirat. Sebagai makhluk sosial, manusia dapat bekerjasama dan menempatkan diri sesuai porsinya sehingga ada keselamatan bersama di dunia sekaligus di akhirat.
Makhluk Individu Yang Dapat Memimpin Dirinya Sendiri.
Allah, Tuhan Semesta Alam memberikan aqal, qolb dan raga kepada manusia. Pemberian tersebut menjadi anugrah ketika dipergunakan untuk menuju pada kebaikan yang diperintahkan Allah, Tuhan Semesta Alam dan dipergunakan untuk menjauhi larangan Allah, Tuhan Semesta Alam. Namun pemberian tersebut menjadi bencana ketika tidak dipergunakan untuk menuju pada kebaikan yang diperintahkan Allah, Tuhan Semesta Alam dan dipergunakan untuk mendekati larangan Allah, Tuhan Semesta Alam. Menjadi tanggung jawab setiap manusia untuk memimpin dirinya sendiri dalam bekerjasama dengan aqal, qolb dan raga.
Aqal. Bekerjasama dan berfungsi mendeteksi benar dan salah yang ditetapkan oleh Allah, Tuhan Semesta Alam. Dengan adanya kemampuan mendeteksi ini, atas izin-Nya akan dapat membedakan yang benar dan yang salah. Manusia sebagai makhluk individu dapat bekerja sama dengan aqal untuk mendeteksi yang benar memang benar, yang salah memang salah. Bukan benar yang disalahkan dan bukan salah yang dibenarkan. Sebab benar dan pembenaran, proses yang berbeda meski sekilas nampak hasilnya sama. Arah menjadi jelas dan proses menjalani kehidupan menjadi jiwa yang tenang, dengan mengetahui kebenaran yang bersumber kepada Allah, Tuhan Semesta Alam
Qolb. Bekerjasama dan berfungsi mendeteksi baik dan tidak baik dalam setiap rasa yang hadir, kemudian mengarahkan rasa yang hadir pada ketenangan diri. Pendeteksian baik dan tidak baik mempengaruhi aqal dalam menerima kebenaran dari informasi yang diteruskan pada sikap/ tindakan/ perbuatan raga. Pendeteksian baik dan tidak baik perlu pengamatan yang lebih dalam sebab akan diverifikasi oleh aqal, sebagai tindak lanjut. Dalam proses verifikasi ini lah, aqal dan qolb lebih insentif dalam berdiskusi. Bahkan terkadang terjadi perseteruan oleh karena perbedaan sudut pandang antara aqal dan qolbu sehingga berpengaruh pada jiwa. Sebab Baik terkadang berada pada sesuatu yang tidak disuka dan tidak baik terkadang berada pada sesuatu yang di suka. Meskipun juga baik terkadang berada pada yang disuka dan tidak baik terkadang berada pada yang tidak disuka. Sehingga sesuatu yang disuka, dapat menjadi baik dan tidak baik. Demikian juga sesuatu yang tidak disuka, dapat menjadi baik dan tidak baik. Sebab rasa dapat disuka dan rasa dapat tidak disuka.
Raga. Bekerjasama dan berfungsi menjalankan perintah aqal dalam sistem yang sudah ada berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan aqal & qolbu dengan persetujuan jiwa. Raga menjalankan perintah dalam bentuk sikap/ tindakan/ tingkah laku/ perbuatan. Selain itu raga menjadi jembatan penghubung untuk menerima sekaligus memberi informasi, Informasi ini lah yang menjadi bahan diskusi dalam proses verifikasi. Raga terhubung dengan qolb, raga terhubung dengan aqal dan raga adalah wadah jiwa yang ditemani aqal dan qolb untuk berinteraksi dan beraktivitas selama masih di dunia.
Jiwa. Diri sendiri inilah yang diketahui sebagai jiwa yang bertanggung jawab atas semua keputusan yang dilaksanakan ataupun keputusan yang tidak dilaksanakan. Diri sendiri inilah yang diketahui sebagai jiwa yang merasakan suka atau merasakan tidak suka. Dan diri sendiri inilah yang diketahui sebagai jiwa yang nantinya menghadap kembali pada Allah, Tuhan Semesta Alam.
Makhluk Individu Yang Dapat Hidup Berdampingan
Keluarga menjadi ruang pembelajaran setiap individu dalam menjalani proses kehidupan. Hubungan yang terjalin dalam keluarga membawa pada pengalaman dan pengetahuan, ada pembelajaran awal sebagai makhluk sosial yang diberikan oleh ayah dan ibu atau orang yang merawat setiap individu. Keluarga menjadi ruang pendampingan, sebab ayah dan ibu atau orang yang merawat tentulah mengetahui dan mengalami bersama selama proses pertumbuhan dan perkembangan dalam fase kehidupan.
Pengetahuan dan pengalaman hidup berdampingan dalam keluarga. Ada peran ayah dan ibu yang mendidik dan membimbing, ada peran saudara yang tumbuh dan berkembang bersama, ada peran kerabat keluarga, ada peran rekan keluarga, ada peran pasangan hidup, ada peran keluarga dari pasangan hidup, ada peran kerabat keluarga dari pasangan hidup, ada peran rekan keluarga dari pasangan hidup.
Pengetahuan dan pengalaman hidup berdampingan di luar keluarga. Ada peran bapak dan ibu guru di tempat belajar, ada peran teman selama belajar bersama, ada peran tetangga di lingkungan rumah, ada peran dari setiap orang yang pernah ditemui dalam setiap fase kehidupan
Setiap individu mempunyai prosesnya masing-masing, sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Yang dapat melakukan dan menjalani tentu saja diri sendiri. Sudah selayaknya untuk bisa memimpin diri sendiri.
Untuk dapat memimpin diri sendiri, bagaimana mungkin kalau tidak mengenali diri. Tentu akan terjadi kesalahpahaman dan kericuhan dalam diri.
Selama hayat masih di kandung badan, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi pemimpin untuk diri sendiri, agar dapat berdampingan hidup bersama.
Senantiasa berusaha menjaga hubungan baik secara vertikal dan horizontal
