Belajar Sepanjang Hayat
Matahari mengetahui jalan yang harus dilalui, sebab matahari tunduk dan patuh pada ketetapan Allah, Tuhan Semesta Alam. Matahari memancarkan sinarnya dalam setiap waktu perjalanan tiada henti mengikuti kehendak Allah, Tuhan Semesta Alam. Matahari tunduk kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Matahari beredar menurut waktu dan tempat yang telah ditentukan. Matahari mempunyai perjalanan dan menyaksikan peradaban tiap peradaban yang sudah terjadi di bumi. Sepanjang perjalanan, matahari mematuhi ketentuan dan peraturan.
Bulan mengetahui jalan yang harus dilalui, sebab bulan tunduk dan patuh pada ketetapan Allah, Tuhan Semesta Alam. Bulan bercahaya, menerima pantulan sinar matahari dalam ketentuan Allah, Tuhan Semesta Alam. Bulan tunduk kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Bulan beredar menurut waktu dan tempat yang telah ditentukan. Bulan mempunyai perjalanan dan menyaksikan peradaban tiap peradaban yang sudah terjadi di bumi. Sepanjang perjalanan, bulan mematuhi ketentuan dan peraturan.
Matahari dan Bulan mempunyai perjalanan masing-masing, meninggalkan jejak-jejak garis peredaran. Ada pergerakan dalam perputaran rotasi sekaligus ada pergerakkan perjalanan masing-masing. Matahari dan bulan menjadi penanda hadirnya siang dan malam.
Siang dan Malam membawa pada rasa yang berbeda. Rasa dalam siang, ada terang yang lebih dominan sebab ada pertemuan dengan matahari. Rasa dalam malam, ada gelap yang lebih dominan sebab ada pertemuan dengan bulan. Dalam Siang, ada terang dan ada gelap. Dalam Malam, ada terang dan ada gelap.
Qolbu laksana matahari, aqal laksana bulan dan Jiwa laksana bumi
Oleh karenanya qolbu perlu belajar pada matahari, Aqal perlu belajar bulan dan Jiwa perlu belajar pada bumi.
Bukankah belajar pada matahari, bulan dan bumi bagian dari perintah Allah, Tuhan Semesta Alam?
Bukankah mengambil pelajaran dari adanya penciptaan matahari, bulan dan bumi tercatat dalam kitab suci?
Belajar secara langsung dalam pengamatan matahari, bulan dan bumi membawa pada pengalaman. Belajar secara langsung dalam kitab suci membawa pengetahuan. Pengalaman dan pengetahuan menjadi dasar pemahaman. Ketika hendak mempelajari lebih dalam, perlu untuk ikut dalam kajian. Belajar kepada mereka yang sudah mempelajari secara mendalam.
Dalam dasar pengetahuan dan pengalaman, ada pemahaman bahwa tiada daya dan upaya selain atas kehendak-Nya.
