Bismillaahirrahmaanirrahiim
Langkah awal untuk mengetahui makna ayat dalam surat Al Fatihah adalah mengetahui arti ayat kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan ayat tersebut. Pada akhirnya mempelajari makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Memperhatikan Ayat 1 Surat Al Fatihah
Mari bersama merangkum pelajaran arti dan makna ayat Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Kita buka dan baca buku Al Qur'an dan Terjemahan karya DEPAG RI tahun 1992 di perpustakaan keluarga. Kita pelajari untuk kemudian meringkasnya dan mengelola kata demi kata untuk dipelajari bersama.
Berdasarkan terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Bismillaahir-rahmaanir-rahiim adalah dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Pada catatan kaki surat Al-Fatihah, terdapat penjelasan bahwa memulai membaca dengan menyebut nama Allah. Dijelaskan juga bahwa tiap-tiap pekerjaan yang baik hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah.
Allah ialah nama dzat yang Maha Suci, yang tidak membutuhkan makluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah), salah satu dari nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sementara Ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat, yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
Memperhatikan Ayat 2 Surat Al Fatihah
Mari bersama merangkum pelajaran arti dan makna ayat Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Kita buka dan baca buku Al Qur'an dan Terjemahan karya DEPAG RI tahun 1992 di perpustakaan keluarga. Kita pelajari untuk kemudian meringkasnya dan mengelola kata demi kata untuk dipelajari bersama.
Berdasarkan terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin adalah segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
Pada catatan kaki surat Al-Fatihah, terdapat penjelasan bahwa memuji Allah berarti menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Menghadapkan segala puji kepada Allah ialah karena Allah adalah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
Memperhatikan Ayat 3 Surat Al Fatihah
Upaya mengetahui makna Ar-Rahmaan Ar-Rahiim adalah mengetahui arti ayat, kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan makna dari ayat tersebut. Dan pada akhirnya mempelajari kembali arti, terjemahan, dan makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Berdasarkan terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Ar-Rahmaan Ar-Rahiim adalah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Pada catatan kaki surat Al-Fatihah, Ada penjelasan bahwa Ar-Rahmaan (Maha Pemurah) merupakan salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya. Sedangkan Ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
Memperhatikan Ayat 4 Surat Al Fatihah
Langkah awal mengetahui makna Maaliki yaumid-diin adalah mengetahui arti ayat kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan makna dari ayat tersebut. Dan pada akhirnya mempelajari kembali arti, terjemahan, dan makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Berdasarkan terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Maaliki yaumid-diin adalah Yang Menguasai hari pembalasan.
Penjelasan pada catatan kaki untuk kata Maaliki (Yang Menguasai), dapat ditinjau dari 2 kondisi pada huruf mim. Pertama, ketika memanjangkan huruf mim, maaliki berarti pemilik (yang empunya). Kedua, ketika memendekkan huruf mim, malik berarti raja.
Makna hari pembalasan pada terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia adalah hari yang pada waktu itu setiap manusia menerima pembalasan amal yang baik ataupun buruk. Yaumiddin disebut juga yaumul qiyamah, yaumul hisaab, yaumul jazaa’ dan sebagainya.
Memperhatikan Ayat 5 Surat Al Fatihah
Langkah awal mengetahui makna Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin adalah mengetahui arti ayat kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan makna dari ayat tersebut. Dan pada akhirnya mempelajari kembali arti, terjemahan, dan makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Berdasarkan terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.
Pada catatan kaki hanya ada 2 kata yang dijelaskan, yaitu kata na’budu dan kata nasta’iin. Na’budu diambil dari kata ibaadat yang berarti kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, sebab ada keyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak.
Nasta’iin diambil dari kata isti’aanah yang berarti mengaharapkan bantuan agar dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tangan sendiri.
Memperhatikan Ayat 6 Surat Al Fatihah
Langkah awal mengetahui makna Ihdinas-siraatal-mustaqiim adalah mengetahui arti ayat kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan makna dari ayat tersebut. Dan pada akhirnya mempelajari kembali arti, terjemahan, dan makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Berdasarkan terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Ihdinas-siraatal-mustaqiim adalah tunjukilah kami jalan yang lurus.
Penjelasan kata “tunjukilah” pada catatan kaki di terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia menjelaskan bahwa Ihdina diambil dari kata hidayaat yang mempunyai makna memberikan petunjuk ke suatu jalan yang benar.
Yang dimaksud dalam ayat ke 6 Al-Fatihah bukan sekedar memberikan hidayah saja tetapi juga memberi taufik.
Memperhatikan Ayat 7 Surat Al Fatihah
Usaha mengetahui makna Siraatalladziina an’amta ‘alaihim, gairil-magduubi ‘alaaihim wa lad-daalliin adalah mengetahui arti ayat kemudian membaca tafsir untuk mendapatkan penjelasan makna dari ayat tersebut. Dan kemudian mempelajari kembali arti, terjemahan dan makna ayat untuk memperoleh pelajaran, meskipun harus berulang-ulang dalam proses belajar.
Berdasarkan terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, arti dari Siraatalladziina an’amta ‘alaihim, gairil-magduubi ‘alaaihim wa lad-daalliin adalah (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Pada catatan kaki terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, diuraikan makna mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat, yaitu semua golongan yang menyimpang dari agama Islam.
Wallahu'alam
