Pada penulisan buku ini, ada 4 buku utama yang dijadikan referensi, yaitu Al-Qur’an dan Terjemahnya yang diterbitkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia cetakan tahun 1992, Mapping Inspirasi Qur’ani-Strategi Sukses Hakiki, Tafsir Al Mishbah, dan buku elektronik Tafsir Al-Azhar. Serta aplikasi Al-Qur’an Perkata dan Tafsir berbasis Android dari pengembang Muslim Media sebagai penunjang utama.
Al-Qur’an dan Terjemahnya yang diterbitkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia cetakan tahun 1992 merupakan hadiah dari pemberian ibunda ketika penulis masih di bangku Sekolah Dasar dan digunakan untuk pelaksanaan ujian praktik agama saat itu. Buku tersebut merupakan buku pertama yang membawa penulis mengetahui terjemahan dan makna Al-Qur’an sekaligus menuntun penulis belajar tentang agama Islam, hingga saat ini buku tersebut masih disimpan dan dipelajari oleh penulis.
Mapping Inspirasi Qur’ani-Strategi Sukses Hakiki merupakan buku hadiah dari acara pelatihan pengembangan diri yang diselengarakan oleh yayasan dari sekolah swasta yang pernah menjadi tempat kerja penulis kisaran tahun 2008-2009. Buku tersebut ditulis oleh bapak Heru Sriwidodo Sari dan buku tersebut diberikan langsung oleh beliau yang saat itu menjadi trainer pada pelatihan tersebut. Rasa syukur yang terdalam, sebab buku inilah yang menggugah penulis untuk memperdalam belajar surat Al-Fatihah. Hingga kemudian penulis tertarik dan termotivasi mempunyai buku tafsir Al-Qur’an. Dan hingga saat ini pun penulis mempelajarinya secara berulang-ulang dan menjadi kerangka dasar dalam penulisan buku ini.
Buku berikutnya yang menjadi referensi utama pada penulisan buku ini adalah Tafsir Al Mishbah karya bapak M. Quraish Shihab. Buku tersebut terdiri dari 15 volume terpisah, sesuai dengan jumlah huruf dari T-A-F-S-I-R-A-L-M-I-S-H-B-A-H, secara berurutan dari huruf T (Volume 1 Tafsir Al Mishbah: Surat ke-1 dan Surat ke-2) hingga huruf H (Volume 15 Tafsir Al Mishbah: Surat ke-78 sampai dengan surat ke-114). Penulis hanya menggunakan Tafsir Al Mishbah volume 1 untuk memahami arti, terjemahan, dan makna surat Al-Fatihah.
Buku tersebut merupakan hadiah yang secara tidak langsung diberikan oleh ayahanda penulis. Sebab penulis membeli buku tersebut dari hasil penjualan sepeda motor yang pernah dihadiahkan oleh ayahanda saat penulis masuk perguruan tinggi negeri di Surabaya. Kisaran Tahun 2015, sepeda motor Shogun merah yang menemani perjalanan penulis saat belajar di perguruan tinggi, sengaja penulis alih wujudkan menjadi buku Tafsir Al Mishbah 15 volume, yang tetap menemani perjalanan penulis di kampus kehidupan. Sehingga keinginan penulis untuk mempunyai buku tersebut di tahun 2009 dapat terwujud.
Selanjutnya buku elektronik Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka menjadi pilihan penulis dalam penulisan buku ini. Penulis perlu beberapa kali membaca ulang buku tersebut sebab bahasa Buya Hamka pada buku tersebut bercorak gaya bahasa Melayu. Penulis cukup kesulitan dalam mencerna tulisan beliau dan bersyukur dengan membaca beberapa kali, atas izin Allah penulis dapat mengutip dan memahami apa yang Buya Hamka tuliskan. Penulis merasa senang dapat mempelajari corak ragam gaya bahasa Melayu dari Buya Hamka.
Buku elektronik tersebut menjadi teman yang selalu dibawa, sebab berada di smartphone penulis. Setiap ingin membaca tinggal masuk ke aplikasi Google Play Book, sehingga waktu dan tempat membacanya fleksibel dan praktis.
