Ayat ke berapakah dalam surat Al Baqarah, yang merekam jejak perjalanan Nabi Adam As?
Ayat 30 s.d. ayat 39, dalam sub bahasan Penciptaan Manusia dan Penguasaannya di bumi.
Memperhatikan kelebihan makhluk lain dan mengakui kekurangan yang ada, dapat membawa pada introspeksi diri dan kerendahan hati
Membandingkan diri sendiri dengan makhluk lain dengan memandang rendah makhluk lain dan menganggap diri lebih baik, dapat membawa pada keangkuhan dan kesombongan
Para Malaikat Menghormati Adam As.
Pada ayat 34 dapat diketahui bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam untuk menghormati Adam As. Perintah sujud ini bukanlah perintah sujud ibadah. Sebab sujud ibadah hanya diperbolehkan kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.
Ketika Allah, Tuhan Semesta Alam memerintahkan untuk sujud pada Adam As, para malaikat segera sujud tanpa menunda dan berpikir. Para malaikat menyadari bahwa perintah tersebut langsung dari Allah, Tuhan Semesta Alam. Selain itu para malaikat menyadari bahwa perintah tersebut bagian dari ketaatan dan kepatuhan serta penyerahan diri kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.
Para malaikat menyadari akan hikmah penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi setelah mengetahui keistimewaan Adam As. ketika Allah, Tuhan Semesta Alam memerintahkan Adam As untuk memberikan penjelasan terkait nama-nama yang tidak diketahui para malaikat.
Iblis Memandang Rendah Adam As.
Dalam kelompok para malaikat tersebut ada Azazil, Azazil termasuk dalam golongan jin yang mendapat anugerah dari Allah, Tuhan Semesta Alam sebagai pemimpin para malaikat yang ada di langit dunia (langit paling bawah dari tujuh lapisan langit). Allah, Tuhan Semesta Alam memberikan anugerah tersebut sebab Azazil salah satu makhluk yang paling dihormati, paling rajin beribadah dan paling banyak ilmunya.
Ketika Allah, Tuhan Semesta Alam memerintahkan untuk sujud pada Adam As., Azazil langsung melihat dirinya, kemudian membandingkan antara dirinya dengan Adam As. Azazil beranggapan bahwa dirinya lebih baik dari Adam As. Ada keangkuhan pada Azazil yang diciptakan dari api sehingga memandang rendah Adam As yang tercipta dari tanah. Sejak adanya penolakan Azazil untuk sujud pada Adam As., Azazil lebih dikenal sebagai iblis.
Ketika Allah, Tuhan Semesta Alam memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam As. Azazil berada bersama para malaikat oleh karena jabatan yang diberikan sebagai pemimpin para malaikat yang ada di langit dunia (langit paling bawah dari tujuh lapisan langit) dan hanya Azazil yang menolak perintah tersebut. Penolakan Azazil ini sudah diketahui Allah, Tuhan Semesta Alam Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Pada dasarnya Azazil termasuk kelompok makhluk-makhluk yang kafir.
Hasan Basri dalam Kisah Para Nabi mengatakan bahwa ketika iblis menolak perintah Allah, Tuhan Semesta Alam untuk bersujud pada Adam As, Iblis menjadi makhluk pertama yang membuat perbandingan. Iblis menganggap dirinya yang tercipta dari api lebih baik dari Adam yang tercipta dari tanah yang kering.
Iblis tidak mengetahui hikmah penciptaan Adam yang diciptakan dari tanah. Iblis lupa bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam Maha Mengetahui rahasia langit dan bumi. Begitupun rahasia penciptaan. Meskipun bagi iblis tanah lebih rendah dari api, tanah mengandung banyak atom-atom dan unsur-unsur logam dan unsur-unsur non logam yang dapat membentuk molekul-molekul organik, pendukung suatu proses kehidupan. Unsur-unsur tersebut berperan pada pembentukan jaringan otak dan DNA.
Prof .Carl Sagan dalam uraian tafsir pada aplikasi Al Qur'an Perkata dan Tafsir, Media Muslim memberikan gambaran bahwa manusia memiliki keunggulan sebab dilengkapi dengan sistem penyimpanan informasi/ memori, yaitu jaringan otak yang menyimpan informasi dan DNA-kromosom yang menyimpan genetika manusia secara turun temurun.
Ada 4 keistimewaan Adam As. berdasarkan penjelasan dalam Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir yang sudah diterjemahkan, yaitu:
- Diciptakan langsung melalui Tangan-Nya.
- Ditiupkan langsung roh ciptaan-Nya.
- Diperintahkan malaikat untuk bersujud padanya.
- Diajarkan langsung oleh Allah, nama-nama segala sesuatu.
Referensi :
- Al Qur'an dan Terjemahan , Departemen Agama Republik Indonesia (1992)
- Aplikasi Al Qur'an PerKata dan Tafsir, Muslim Media
- Kisah Para Nabi, Imam Ibnu Katsir edisi terjemahan (2011)
- Tafsir Al Mishbah vol.1, Lentera Hati (2002)
