Berpikir, Berbagi & Berarti Merangkai Makna Hidup

Menyukai ini:

Penelusuran Rekam Jejak Nabi Pertama, dalam Surat Al Baqarah (Bagian 1)

Ayat ke berapakah dalam surat Al Baqarah, yang merekam jejak perjalanan Nabi Adam As?

Ayat 30 s.d. ayat 39, dalam sub bahasan Penciptaan Manusia dan Penguasaannya di bumi.

 

Perencanaan Allah, Tuhan Semesta Alam

Pada ayat 30 surat Al Baqarah diketahui bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam memanggil para malaikat untuk menyampaikan dan memberitahukan rencana-Nya  menciptakan manusia di bumi dan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pada ayat tersebut, diketahui juga para malaikat menanggapi apa yang disampaikan Allah, Tuhan Semesta Alam. Para malaikat menyampaikan rasa kekhawatiran, dengan mengajukan pertanyaan kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Para malaikat menduga nantinya manusia akan merusak bumi dan menumpahkan darah. Para malaikat menganggap diri mereka lebih wajar dan patut untuk memangku jabatan tersebut. Apalagi malaikat menyadari bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam menciptakan malaikat sebagai makhluk yang senantiasa bertasbih, bertahmid, mensucikan dan mengagungkan Allah, Tuhan Semesta Alam.

Allah, Tuhan Semesta Alam tidak membenarkan dugaan dan anggapan para malaikat. Sebab Allah, Tuhan Semesta Alam mengetahui yang tidak diketahui oleh para malaikat. Para malaikat tidak mengetahui adanya pengetahuan dan hikmah atas penciptaan manusia.

Allah, Tuhan Semesta Alam telah mengambil keputusan atas penciptaan manusia beserta jabatannya di bumi. Kekhalifahan terdiri dari wewenang yang dianugerahkan Allah, Tuhan Semesta Alam. Makhluk yang diberikan tugas sebagai Khalifah, yaitu nabi Adam As dan anak cucunya. Dan wilayah tempat bertugas adalah bumi. Sedangkan Allah, Tuhan Semesta Alam menyampaikan perencanaan tersebut pada para malaikat, sebab hal tersebut terkait dengan tugas-tugas yang menyangkut manusia. Dengan keberadaan manusia di bumi, ada tugas-tugas yang harus dijalankan para malaikat.

 

Mendapatkan Pengajaran Langsung dari Allah, Tuhan Semesta Alam.

Pada ayat 31, 32 dan 33 Surat Al Baqarah, diperoleh keterangan bahwa Allah Tuhan Semesta Alam memberikan pengajaran langsung kepada Adam yang nantinya pengajaran tersebut akan disampaikan Adam kepada anak cucunya secara turun temurun. Allah, Tuhan Semesta Alam memberikan potensi pengetahuan tentang nama-nama atau kata-kata yang digunakan menunjuk benda-benda sekaligus juga mengajarkan dan mengenalkan kegunaan dari benda-benda.  Allah, Tuhan Semesta Alam juga menganugerahkan potensi berbahasa. Potensi yang dianugerahkan tersebut dapat berkembang melalui daya pikirnya. Oleh karena Allah, Tuhan Semesta Alam sudah memberikan pengajaran sekaligus menganugerahkan potensi kepada Adam, hal ini menjadi bukti kekuasaan-Nya bahwa ada kekeliruan atas anggapan  malaikat.

Allah, Tuhan Semesta Alam memperlihatkan benda-benda dihadapan para malaikat kemudian memerintahkan para malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda tersebut. Oleh karena para malaikat mempunyai keterbatasan pengetahuan, para malaikat tidak dapat menyebutkannya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, malaikat dapat menyadari keterbatasan pengetahuan dan dapat mengetahui keunggulan Adam, sebagai manusia yang sudah dipersiapkan Allah, Tuhan Semesta Alam. Malaikat menyadari ada ketinggian hikmah Allah, Tuhan Semesta Alam dalam memilih manusia sebagai khalifah.

Dengan adanya peristiwa tersebut, dapat menunjukkan pada malaikat bahwa jabatan sebagai khalifah yaitu mengatur  segala sesuatu dan menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi memerlukan pengetahuan yang banyak dan kemampuan serta daya pikir yang kuat. Sementara malaikat tidak mendapatkan anugrah tersebut.

Dengan adanya peristiwa tersebut, para malaikat dapat mengetahui keistimewaan  manusia, manusia mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan yang terlintas pikirannya serta dapat menangkap bahasa yang membawa pada mengetahui. Selain itu, manusia mempunyai kemampuan merumuskan ide dan memberi nama untuk segala sesuatu yang menjadikan manusia berpengetahuan dan melahirkan ilmu pengetahuan.

Dengan adanya peristiwa tersebut, dapat menyadarkan para malaikat bahwa pengetahuan yang diajarkan pada Adam tidak dibutuhkan oleh para malaikat sebab pengetahuan tersebut tidak berkaitan dengan fungsi dan tugas para malaikat. Berbeda dengan manusia yang dibebani tugas memakmurkan bumi.

Dari peristiwa tersebut, para malaikat menyadari kelemahannya. Para malaikat  dengan kerendahan hati dan penuh ketaatan mematuhi perintah Allah dan menjalankan tugas-tugas yang telah diberikan yang menyangkut manusia di bumi.

Dengan adanya peristiwa tersebut, para malaikat mengakui kelemahannya dan menyadari bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah, Tuhan Semesta Alam adalah sumber pengetahuan dan mengetahui segala sesuatu termasuk siapa yang  wajar dan layak untuk dijadikan khalifah.

Referensi :

  • Al Qur'an dan Terjemahan , Departemen Agama Republik Indonesia (1992)
  • Aplikasi Al Qur'an PerKata dan Tafsir, Muslim Media
  • Tafsir Al Mishbah vol.1, Lentera Hati (2002)

Menyukai ini: