Ayat ke berapakah dalam surat Al Baqarah, yang merekam jejak perjalanan Nabi Adam As?
Ayat 30 s.d. ayat 39, dalam sub bahasan Penciptaan Manusia dan Penguasaannya di Bumi
Mensyukuri apa yang telah diberikan Allah, Tuhan Semesta Alam bagian dari kenikmatan.
Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya membawa pada rasa syukur.
Persinggahan Awal Perjalanan Nabi Adam As dan Istrinya, Sebelum Diturunkan di Bumi
Pada ayat 35 terdapat keterangan bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam secara langsung memberikan perintah sekaligus peringatan untuk menjauhi larangan, pada nabi Adam As dan istrinya. Perintah agar nabi Adam As dan istrinya mendiami dengan tenang pada tempat yang sudah ditentukan, keduanya dapat menikmati beraneka makanan yang sudah tersedia. Serta peringatan pada Nabi Adam As dan istrinya untuk tidak mendekati pohon larangan agar keduanya tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang zalim.
Dari referensi yang tersedia, ada beberapa dugaan tentang tempat yang didiami oleh nabi Adam As dan istrinya. Hampir semua referensi menyebutkan ada 2 dugaan, yaitu surga di langit atau surga di bumi. Dari salah satu referensi yang ada, menyebutkan bahwa nabi Adam As dan istrinya sedang diuji Allah, Tuhan Semesta Alam. Hal ini memberikan pandangan ketika adanya perintah sekaligus larangan, selayaknya nabi Adam As dan istrinya sedang mendapatkan ujian pertama dari Allah, Tuhan Semesta Alam. Sehingga dari pandangan tersebut dapat diperluas dengan memperhatikan nikmat dan hukuman. Adanya kenikmatan yang sudah disediakan di tempat tersebut dan ketenangan ketika mendiami menjadi bagian dari pengujian yang diberikan Allah, Tuhan Semesta Alam. Demikian juga dengan adanya pohon larangan yang tak boleh didekati oleh nabi Adam As dan istrinya, juga menjadi bagian dari ujian yang diberikan Allah, Tuhan Semesta Alam. Dan Allah, Tuhan Semesta Alam Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana telah mengatur segalanya.
Godaan Syetan Menjadi Ujian Tambahan Bagi Nabi Adam As dan Istrinya.
Pada ayat 36 terdapat keterangan bahwa pada akhirnya nabi Adam As dan Istrinya tergoda oleh godaan syetan. Nabi Adam As dan istrinya tidak hanya mendekati pohon larangan namun terbujuk dan tergoda untuk menikmati buah dari pohon larangan tersebut. Rayuan dan kebohongan syetan dapat mempengaruhi nabi Adam As dan istrinya sehingga menjadi tidak bersyukur atas nikmat yang sudah disediakan dan bahkan mengharapkan kenikmatan lebih ketika dapat menikmati buah dari pohon larangan. Rayuan dan kebohongan syetan telah menggelincirkan nabi Adam As dan istrinya sehingga keduanya melanggar dan tidak mematuhi peringatan untuk menjauhi pohon larangan. Syetan telah berhasil memberdayakan nabi Adam As dan istrinya sehingga keduanya dikeluarkan dari segala kenikmatan di tempat yang sudah disediakan Allah, Tuhan Semesta Alam.
Nabi Adam As dan istrinya telah melakukan kesalahan sehingga syetan memberdayakan keduanya. Keduanya pada akhirnya turun ke bumi dan menjalani perintah Allah, Tuhan Semesta Alam dengan rasa malu dan rasa sesal. Allah, Tuhan Semesta Alam mengeluarkan keduanya dari kenikmatan dan kemuliaan tanpa bersusah payah.
Meski nabi Adam As dan istrinya melakukan kesalahan. Namun rencana Allah, Tuhan Semesta Alam untuk menjadikan nabi Adam As sebagai khalifah di bumi tetap diamanahkan. Allah, Tuhan Semesta Alam tetap memberikan karunia-Nya dan nikmat-Nya namun karunia dan nikmat tersebut harus diupayakan dengan bersusah payah terlebih dahulu.
Referensi :
- Al Qur'an dan Terjemahan , Departemen Agama Republik Indonesia (1992)
- Aplikasi Al Qur'an PerKata dan Tafsir, Muslim Media
- Kisah Para Nabi, Imam Ibnu Katsir edisi terjemahan (2011)
- Tafsir Al Mishbah vol.1, Lentera Hati (2002)
