Berpikir, Berbagi & Berarti Merangkai Makna Hidup

Menyukai ini:

Membaca dan Menulis, Bagian dari Siklus

Belajar Sepanjang Hayat


Ada Huruf dalam Membaca dan Menulis

Mengetahui Huruf. Pada saat ini, mengetahui huruf menjadi syarat bagi seseorang untuk dapat memahami tulisan dalam aktivitas membaca dan menulis. Bagaimana mungkin dapat memahami tulisan apabila tidak mengetahui huruf-huruf pada tulisan? Huruf-huruf menjadi media untuk menyampaikan gagasan, ide, informasi dan persepsi sekaligus media untuk dapat saling berkomunikasi. Adanya huruf memperjelas simbol sekaligus menampilkan suara dalam bentuk keterangan yang dapat dipelajari kembali. Sejarah keberadaan huruf menjadi bagian dari perjalanan perkembangan peradaban manusia di bumi.

Huruf menjadi bagian dari Bahasa. Suara, gerak, gambar dan huruf menjadi bagian dari bahasa. Ketika meninjau sekilas sejarah huruf, bisa jadi huruf bagian dari penyempurna bahasa dalam perekaman pengetahuan. Ketika memperhatikan fungsi huruf yang tidak beda dengan suara, gerak dan gambar dalam bahasa, bisa jadi huruf menjadi output sekaligus input dalam sistem bahasa. Ketika memperhatikan bentuk dari huruf yang berbeda dengan suara, gerak dan gambar, bisa jadi huruf menjadi pelengkap dalam sistem bahasa. Hadirnya huruf sebagai bagian dari bahasa dapat membawa pada kejelasan dan keterangan dalam membangun komunikasi antar manusia. Hadirnya huruf bersama suara, gerak dan gambar membawa pada suasana yang lebih harmonis. Kolaborasi suara, gerak, gambar dan huruf dapat menghadirkan rasa dalam komunikasi secara internal ataupun eksternal.

Huruf berkolaborasi dengan Suara, Gerak dan Gambar. Suara dapat diubah dalam rangkaian huruf dengan menyalin suara menjadi tulisan, hadirnya huruf dapat membantu untuk memperjelas informasi yang tidak hanya dapat didengar namun juga dapat dilihat. Gerak dan gambar dapat diubah dalam rangkaian huruf dengan mendeskripsikan dan menjabarkan dalam tulisan.

Huruf membawa inspirasi bagi penyandang tunarungu untuk dapat lebih mudah dalam berkomunikasi, selain menggunakan gerak dan gambar. Bagi penyandang tunarungu, perpaduan gerak, gambar dan huruf dapat memperjelas dan menerangkan sekaligus dapat mendorong untuk dapat berbicara meski tanpa adanya suara dari eksternal.

Huruf membawa inspirasi bagi penyandang tunawicara untuk dapat lebih mudah dalam berkomunikasi. Penyandang tunawicara dapat menulis rangkaian huruf untuk melengkapi gerak dan gambar sekaligus dapat mendorong untuk dapat berbicara meski ada gangguan dalam berbicara.

Huruf membawa inspirasi bagi penyandang tunanetra, meskipun jenis hurufnya secara khusus diciptakan. Hadirnya huruf secara khusus ini membantu penyandang tunanetra untuk dapat membaca dan menulis.

Siklus Informasi Dalam Tulisan

Informasi. Manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial membutuhkan informasi sebelum bertindak. Ketika meninjau sekilas peradaban manusia dari beberapa artikel, bisa jadi informasi mengalami tranformasi . Informasi dari suara yang berbentuk kidung, cerita dari mulut ke mulut, syair dan mantra. Informasi dari gerak yang berbentuk isyarat dan simbol yang dapat digambarkan dalam coretan di dinding dan di batu. Hingga hadirnya huruf, mulai dari coretan dengan menggunakan pahatan di batu, coretan dengan getah di lontar, hingga penemuan tinta dan kertas dan sampai di era digital dengan adanya pemanfaatan perangkat elektronik (komputer, laptop, tablet, smartphone)

Dari proses tranformasi dari informasi, bisa jadi suara, gerak dan gambar menjadi bagian dari input awal pada siklus pergerakan informasi. Pikiran dan perasaan kemudian menterjemahkan, mengidentifikasi, memilah, memilih, mengklasifikasikan, menganalisa, mengevalusi dan memverifikasi untuk kemudian diolah, disimpan atau disampaikan kembali dalam bentuk suara, gerak, gambar atau huruf dalam tulisan. Ketika informasi disajikan dalam tulisan, ada aktivitas menulis sekaligus aktivitas membaca. Sehingga huruf tidak hanya berfungsi sebagai output namun juga sebagai input dalam pergerakan informasi.

Tinggalkan Balasan

Menyukai ini: