Bismillaahirrahmaanirrahiim
Hujan yang telah reda, memberikan kesegaran meskipun ada beberapa genangan air di jalanan yang tidak rata. Langit pun kembali terang dan mentari menampakkan dirinya untuk memberikan kehangatan. Seiring hadirnya mentari, nampak lukisan pelangi menghiasi langit menambah keceriaan.
Oh,,, indahnya.... memperhatikan keindahan alam. Dan ketika memperhatikan lebih dalam apa yang sudah terlihat, ada rangkaian peristiwa yang membawa pada perenungan bahwa tiap peristiwa ada keterkaitan dan hubungan.
Sebelum hujan,,, ada kegerahan yang terasa, tanah merekah dan menjadi kering. Cadangan air dalam tanah pun mulai menipis. Tetumbuhan hanya bisa menunggu dan tetap bertahan untuk tetap tumbuh. Nampak beberapa tanaman sayu dan layu bahkan rerumputan mulai kering menyisakan akar agar dapat tetap bertahan. Sumur-sumur hanya sebatas genangan air yang tak dapat ditimba begitupun sungai-sungai hanya terlihat seperti jalanan berbatu. Yang ada rasa haus dan lapar ketika sudah tiada cadangan yang tersisa. Ada Ujian-Nya dalam rangkaian peristiwa alam, menunggu kehadiran hujan.
Ketika hujan,,, air datang dari langit, turun membasahi apa saja yang ada di bumi. Tanah yang kering menjadi basah dan subur kembali, tanah siap menampung air langit dalam proses filterisasi dan siap berproses menyediakan kebutuhan bagi pertumbuhan tanaman. Sumur-sumur tak lagi hanya sebatas genangan meski takdapat langsung ditimba dan sungai-sungai pun sudah mulai kembali menjadi dirinya. Tetesan-tetesan air dapat ditampung untuk melepas rasa haus dan lapar, memulihkan dari kekosongan menjadi kecukupan. Ada Anugrah-Nya dalam rangkaian peristiwa alam, menyambut kehadiran hujan.
Hujan yang hanya sekali saja namun telah membawa pada perubahan, menghadirkan semangat baru untuk menjalani kembali kehidupan yang lebih baik. Ketika hujan berikutnya datang, akankah semangat itu menjadi pudar? Lantas bagaimana ketika hujan tak hadir kembali, akankah semangat itu menjadi redup bahkan padam?
Semangat haruslah tetap terjaga. Hadir atau tidak hadirnya hujan, bagian dari siklus. Hadirnya hujan bagian dari rangkaian musim penghujan dan ketidakhadiran hujan bagian dari rangkaian musim kemarau. Musim kemarau dan musim penghujan tak dapat bersamaan datang, hanya dapat hadir secara bergantian, berulang dan teratur.
Dengan mempelajari peristiwa yang ada, menjadi bagian dari usaha dalam menjaga semangat. Ketika pernah berada pada peristiwa menuggu kehadiran hujan, tentulah ada pengalaman. Dari pengalaman tersebut, bukankah dapat dipelajari sehingga ketika peristiwa yang sama terjadi ada kesiapan saat menjalani kembali. Begitupun ketika pernah berada pada peristiwa menyambut kehadiran hujan, tentu ada pengalaman. Dari pengalaman tersebut, bukankah juga dapat dipelajari sehingga ketika peristiwa yang sama terjadi ada kesiapan untuk menjalani kembali. Kalau sudah siap, tentu semangat tetap terjaga.
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin
