Berpikir, Berbagi & Berarti Merangkai Makna Hidup

Menyukai ini:

Uraian Ayat 7 Surat Al Fatihah Berdasarkan Referensi yang Digunakan pada Buku Pitulungan

Bismillaahirrahmaanirrahiim  

  

Dengan mengetahui arti, terjemahan, dan tafsir dari Siraatalladziina an’amta ‘alaihim, gairil-magduubi ‘alaaihim wa lad-daalliin, berdasarkan referensi yang sudah disampaikan pada pembahanan 1, pembahasan 2 dan pembahasan 3 , mari mengurai bersama sehingga dapat mempelajari beberapa hal dari penjabaran tersebut. Diantaranya adalah:


  1. Membangun kesadaran bahwa segala sesuatu bersumber dari Allah, sehingga hanya pada Allah saja memohon untuk masuk dalam golongan yang diberi nikmat 
  2. Menetapkan hati pada kemantapan, kekhususan, dan kesinambungan mengikuti golongan orang-orang yang mendapatkan nikmat Allah 
  3. Membiasakan diri untuk selalu membaca kisah-kisah dalam Al-Qur’an terkait orang-orang yang mendapatkan nikmat 
  4. Membiasakan diri untuk selalu membaca kisah-kisah dalam Al-Qur’an terkait orang-orang yang di murkai Allah agar mengambil pelajaran dan menjauhi perbuatan yang dimurkai Allah 
  5. Membiasakan diri untuk selalu membaca kisah-kisah dalam Al-Qur’an terkait orang-orang yang tersesat agar mengambil pelajaran dan menjauhi perbuatan yang tersesat.   

Bagaimana gerak dalam aktivitas pada kehidupan rumah tangga  berdasarkan arti, terjemahan dan makna   Siraatalladziina an’amta ‘alaihim, gairil-magduubi ‘alaaihim wa lad-daalliin? 

Mari memperhatikan batasan yang ada dalam ayat 7 surat Al-Fatihah. Pergerakan yang terarah dengan adanya visi dan tujuan hidup, mengoptimalkan potensi (sumber pengetahuan, sumber daya manusia, dan sumber daya alam) dengan sebaik-baiknya, Memanfaatkan peluang dan kesempatan atas rahmat Allah, mempunyai motivasi bersama, dan menerapkan strategi yang tepat serta dilengkapi dengan panduan hidup, tentunya atas izin Allah akan memberikan perjalanan yang nikmat.   


Jalan yang terang perlu untuk ditempuh, oleh karenanya harus bergerak dalam setiap tindakan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk memulainya adalah di ruang keluarga. Membangun kesadaran dalam diri dan kemudian menjadi budaya di dalam keluarga.   



Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu, jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat. 

 QS.Al Isra’ (17): 25   


 Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur’an) agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. 

 Al-Hadid (57): 9     


 Wallahu 'alam

Tinggalkan Balasan

Menyukai ini: